Kudeta-Militer-di-Myanmar-Berdampak-Besar-bagi-WNI

Kudeta Militer di Myanmar Berdampak Besar bagi WNI

Berita Terkini – Puluhan orang turun ke jalan di seluruh Myanmar untuk memprotes kudeta yang dilakukan oleh angkatan bersenjata. Polisi menanggapi demonstrasi tersebut dengan menembakkan meriam air, peluru karet, dan peluru tajam. Dalam kondisi kudeta militer saat ini, Aung San Suu Kyi selaku pemimpin Myanmar saat ini bersama anggota partainya.

Kondisi Myanmar Saat Ini

Militer Myanmar kini telah mengumumkan keadaan darurat di negara itu selama setahun. Militer mengambil kendali pada 1 Februari setelah partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Suu Kyi memenangkan pemilihan. Menurut angkatan bersenjata yang mendukung oposisi, menuntut pemungutan suara ulang dan mengklaim kemenangan itu adalah penipuan. Sementara itu, KPU menyatakan tidak ada bukti yang mendukung gugatan tersebut. Kudeta itu sendiri terjadi saat sidang baru parlemen hendak dibuka. Suu Kyi saat ini menjalani tahanan rumah dan didakwa memiliki walkie-talkie yang diimpor secara ilegal. Sejumlah pejabat NLD lainnya saat ini ditahan.

Pemimpin Myanmar Sekarang

Kekuasaan di Myanmar saat ini diserahkan kepada Komandan Tertinggi Min Aung Hlaing. Ia adalah sosok dengan pengaruh politik yang signifikan, berhasil mempertahankan kekuatan Tatmadaw (militer Myanmar) bahkan di saat negaranya sedang dalam transisi menuju demokrasi. Min Aung Hlaing telah menerima kecaman dan sanksi internasional atas dugaan perannya dalam serangan militer terhadap etnis minoritas. Setelah kudeta, dia mengeluarkan komentar publik pertamanya yang berusaha untuk membenarkan tindakannya. Dia mengatakan bahwa militer di sisi rakyat dan akan membangun demokrasi yang benar dan adil. Selain itu dia jua mengeluarkan kometar bahwa militer akan mengadakan pemilihan yang bebas dan adil setelah keadaan darurat selesai.

Aksi Demonstrasi Yang Terjadi

Demonstrasi rakyat Myanmar terjadi sebagai tanggapan atas kudeta ini. Demonstrasi terbesar yang terjadi adalah apa yang disebut Revolusi Saffron pada tahun 2007 ketika ribuan biksu bangkit untuk memprotes rezim militer. Demonstrasi kali ini meliputi guru, pengacara, mahasiswa, pegawai bank, dan pejabat pemerintah. Jenderal Min Aung Hlaing mengancam akan melakukan “tindakan efektif” kepada para pengunjuk rasa jika tidak menghentikan aksinya dan kembali bekerja. Pada Kamis (11/2/2021) malam, Min Aung Hlaing menyerukan agar PNS kembali bekerja usai melakukan aksi mogok kerja nasional.

Siapakah Aung San Suu Kyi?

Sosok Aung San Suu Kyi terkenal sejak 1990 karena mengkampanyekan pemulihan demokrasi. Dia menghabiskan 15 tahun penjara dari 1989-2010 setelah mengorganisir demonstrasi yang menyerukan reformasi demokrasi dan pemilihan umum yang bebas. Dia dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian ketika dia menjadi tahanan rumah pada tahun 1991.

Pada 2015 dia memimpin NLD dan memenangkan pemilu Myanmar yang diperebutkan secara terbuka dalam 25 tahun. Reputasi internasional Suu Kyi telah rusak oleh perlakuan Myanmar terhadap minoritas Rohingya. Suu Kyi muncul di hadapan Mahkamah Internasional pada 2019 dan membantah tuduhan bahwa militer melakukan genosida.

Kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) di Myanmar?

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah menyampaikan, masyarakat Indonesia yang keluarganya berada di Myanmar tidak perlu khawatir. Teuku juga mengatakan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Yangon telah menjangkau dan memastikan kondisi WNI di Myanmar. Menurut Informasi dari KBRI, mereka sudah sampai ke masyarakat Indonesia untuk memastikan kondisinya. Selain itu mereka juga sudah mengkoordinasikan aspek perlindungan WNI.

Sedangkan bagi Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (BHI) yang saat ini berada di Myanmar, KBRI mengimbau agar tetap tenang.  Dihimbau untuk BHI tetap tenang, waspada, dan mampu mengambil langkah-langkah yang diperlukan.  Jumlah WNI yang tinggal di Myanmar hingga saat ini sekitar 500 orang. Rata-rata mereka bekerja di sektor migas, pabrik, industri garmen dan awak kapal.

KBRI Yangon menghinbau WNI / BHI di Myanmar untuk menghubungi pihak mereka jika membutuhkan bantuan. Bagi WNI di Myanmar yang ingin mendapatkan informasi dan membutuhkan bantuan dapat langsung mendatangi KBRI Yangon di alamat 100 Pyidaungsu Yeiktha Road, Dagon Township, Yangon. Anda juga dapat menghubungi hotline +95 9503 7055 atau email [email protected] Sedangkan bagi WNI dan keluarganya yang ingin mengetahui informasi tentang perlindungan WNI dapat menghubungi Kementerian Luar Negeri di + 62812-9007-0027.